Rabu, 26 Oktober 2011

Moga Bunda diSayang Allah



Judul : Moga Bunda DiSayang Allah
Penulis : Tere Liye
Editor : Andriyati
Penerbit : Republika
Cetakan : 8 / Januari 2011
Tebal : 306 halaman, 20.5x13.5cm

**
Buku ini menceritakan tentang anak muda bernama Karang yang sudah menjadi Yatim Piatu sedari kecil..kemudian di angkat oleh satu keluarga rumah singgah Ibu-Ibu Gendut nama pengasuhnya ( gak tau kenapa tidak di cantumkan nama aslinya)...dibesarkan sehingga berhasil dengan cita2 dan tumbuh menjadi anak yang pintar dan membanggakan hingga Karang berhasil mendirikan Taman Bacaan untuk anak2 terlantar dimana-mana didaerah IbuKota. Hingga suatu peristiwa terjadi membuat Karang menjadi pendiam, putus ada dan pemabuk tidak bermasyarakat selama kurang lebih 3 tahun.
Setelah tiga tahun lamanya akhirnya kesadaran Karang timbul atas kehadiran seorang anak kecil dari keluarga yang kaya raya dengan usia 6 tahun bernama Melati yang telah di nyatakan Tuli, Buta pada saat usianya 3 tahun.
Melati anak yg cantik dan mengemaskan akibat kecelakaan tiga tahun yang lalu membuat anak kecil ini menjadi pemarah dan berontak....apa saja yang ada dihadapannya akan melayang dengan secepat kilat.
Karang dewa penyelamat bagi Melati yang sempat putus asa setelah beberapa hari mencoba untuk membuat melati tau tentang sesuatu , kasih sayang dan apa saja. Tuhan ada banyak rahsia yang kita tidak ketahui.....seorang anak kecil usia 6 tahun yang seharusnya dengan riang gembira bermain, senda gurau, lari kesana kemari, bersepeda tetapi tidak dengan Melati yang Tuli, Bisu dan Buta. Segala cara sudah di lakukan keluarga sebelum kedatangan Karang...namun pihak Dokter hanya menyarankan agar Melati dimasukkan kerumah sakit Jiwa.
Tapi tidak dengan Karang, meskipun susah payah Karang berhasil membuat melati dapat makan menggunakan sendok dan duduk manis di kursi meja makan yg sebelumnya tak bisa dilakukan Melati.
Dan bagi Karang , Melatilah dewa penyelamat untuk kesadaran mimpi buruknya dan masa lalunya yang kerap kali menggagunya selama tiga tahun itu.
Hingga keajaiban Tuhan di nampakkan ….Melati yang tanpa sengaja menyentuh sejuknya tetesan air hujan membasahi telapak tangannya..rasa dingin yang selama ini ia rasakan ketika dijendela kamar, rasa penasaran yang ia rasakan tak terjawabkan tiga tahun itu. Disinilah Karang baru merasakan bermula dari air dan telapak tangan...setelah semua yang ia lakukan tak membuahkan hasil ternyata Melati hanya butuh sentuah lembut dari tangannya.
Hari berganti dan berlalu begitu cepat ...Melati yang sekarang ingin mengetahi segala hal dengan berkomunikasi melalui telapak tangan...dapat berjalan dengan lancar meskipun butuh beberapa tahun lagi untuk Melati bisa mengerti lebih banyak. Bunda yang sabar dan selalu menemaninya dan tak hentinya memohon disetiap sholat malamnya. Bunda yang lembut yang selalu ingin memeluk anaknya, Bunda yang tak pernah lelah dan letih untuk kesembuhan anaknya. Semoga Bunda disayang Allah.
Akhirnya Karang kembali ke IbuKota dan meninggalkan Melati....meskipun Karang dijanjikan banyak hal dari Ayah melati ...karang tetap dengan keputusannya....karna masih banyak lagi anak-anak yang membutuhkan dan memerlukannya. Melati yang sempat merajuk dan tidak melakukan perkembangan selama 2 hari akhirnya mau melepaskan Pak Guru Karang.

Selesai

**
Kesabaran...kesabaran..kesabaran serta do'a..do'a yang tak seharusnya putus pada diri kita. Dari cerita ini kita benar2 diuji tentang banyak hal.
Untuk yang suka membaca , buku ini cocok untuk koleksi novel kalian...karna diambil dari kisah nyata dan sangat bagus isinya. Jadi jangan takut nyesel....ayo buruan cari di toko buku ya.....

Selamat membaca

2 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya, dan saya lebih berterima kasih lagi bila sahabat yang cantik dan keren dapat memberikan masukan pada postingan ini. Ojo Laliiii Yoooo...* sedikit aja.