Penulis : Tere Liye
Editor : Alfian
Penerbit : Republika
Cetakan : 11 / Februari 2010
Tebal : 368 halaman, 20.5x13.5 cm
Buku ini menceritakan tentang seorang anak berusia 6 tahun dari sebuah keluarga yang sederhana, penuh dengan sopan santun dan ramah. Abinya bekerja di tanker perusahaan minyak internasional dan pulang tiga bulan sekali. Sementara Uminya dirumah menerima jahitan baju tetangga dan membordir. Gadis mungil yang cantik itu bernama Delisa memiliki 3 kakak yang cantik dan selalu baik padanya yaitu Fatimah, Cut Zahra dan Cut Aisyah.
Tapi sayang kebahagiaan tersebut hilang dalam sekejab dengan adanya Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 beberapa tahun yang lalu. Musibah ini membuat gadis kecil bernama Delisa harus kehilangan anggota keluarganya kecuali Abinya yang masih hidup, meskipun ia juga tak pasti apakah Uminya masih hidup atau sudah meninggal karna tak ditemukannya Jenazah Umi.
Pagi itu menjadi akhir dari segalanya, Delisa hanya ingat ketika itu ia dan teman-temannya sedang melakukan Hafalan Sholat di sekolahnya ….ia memikirkan bahwa ia harus menyelesaikan hafalan Sholatnya dengan sempurna karna selama ia melaksanakan Sholat lima waktu masih saja selalu lupa dengan bacaan Sholatnya. Tapi Tuhan berkehendak lain...saat benar-benar seorang anak kecil ingin melakukan sujudnya , ketika itu juga Delisa tak bisa melakukannya....dan akhirnya tersadar kalau ia tak lagi memiliki satu kakinya karna di amputasi.
Waktupun berlalu , tetapi Delisa tak juga bisa melakukan Hafalan Sholat dengan benar sepertinya daya ingat Delisa menolak mentah-mentah dengan Hafalan tersebut. Delisa yang tak menyadari mengapa ia tak dapat melakukannya di tambah lagi pengakuan dosanya yang belum sempat ia lakukan kepada kakaknya dan Uminya mengenai coklat.
Rasa kecewa Delisa semakin menghantui pikirannya ketika ia mengetahui Ibu Umam masih hidup...membuat Delisa marah atas apa yang terjadi pada dirinya...menilai semua perkataan guru ngaji dan juga guru sekolahnya kalau anak yang baik itu adalah anak yang bisa membantu kedua orang tuanya...karna anak yang baik doanya selalu di kabulkan adalah BOHONG..BOHONG DAN BOHONG...semua itu tak benar baginya.
Delisa yang tak pernah bertanya kenapa kakinya pincang, kenapa dia cacat, dan ia tak mengeluh, dia juga tak keberatan dengan keadaan semua itu dan juga tak pernah merajuk...karna ia tak ingin abinya sedih. Justru kenapa Umam yang sehat Uminya masih hidup sementara Delisa yang cacat begitu menderita Uminya tak juga kembali.
Akhir dari cerita ini Delisa menyadari kenapa ia selama itu tak bisa melakukan Hafalan Sholat dengan baik, hingga di sabtu sore 21 may 2005 yang cerah membuat Delisa begitu bersyukur dapat melakukan Sholat dengan bacaan sholat yang benar dan lancar.....seperti bacaan sholat itu berbicara padanya.
Yang membuat ia lebih kaget dan shok pada saat ada sebuah sinar yang menggagu penglihatannya...yaitu sebuah kalung dengan simbol D...yang membuat ia terkejut bukan kalungnya melainkan Kalung tersebut di gengaman kerangka manusia dengan tulang yang masih utuh dan putih....Apakah Umi...ya itu Umi, hingga Delisa terjatuh pada sejuknya air sungai.
“ Apakah Delisa hanyut atau tidak oleh sejuknya air sungai...masih??? “.
Selesai
***
Untuk yang suka membaca , buku ini cocok untuk koleksi novel kalian.... sangat bagus isinya dan bikin penasaran. Jadi jangan takut nyesel....ayo buruan cari di toko buku ya.....
Ya Allah ..lihatlah! Gadis kecil itu sungguh ingin sujud kepadaMu...sungguh hanya ingin sujud kepadaMu dengan sempurna untuk pertama kalinya. Tetapi sekarang ia tak bisa melakukannya.
Ya Allah, bukankah banyak sekali orang-orang jahat, orang2 munafik , orang2 fasik yang bisa semuanya melakukan hal2 buruk didunia ini. Engkau sungguh tak menghalanginya! Tetapi Delisa! Ya Allah justru hendak sujud kepadaMu...hendak sujud! Kenapa Kau membuatnya pingsan sebelum ia melakukannya. Kenapa! Ya Allah, kenapa. Aku bertanya ya...Aku butuh penjelasan...
Seribu malaikat bertasbih.....Seribu malaikat mengungkung langit Lhok Nga. Turun menatap semua itu..Dan mereka tidak melakukan apa-apa!.

Oakley Titanium Sunglasses - TITanium.com
BalasHapusWe titanium wallet buy TITanium columbia titanium boots sunglasses online titanium curling wand at chi titanium flat iron a discounted price for TITanium members. Shop our latest TITanium black titanium rings Sunglasses Now! TITACOR® Sunglasses.
jj780 giroonlineshop,raquetas badminton yonex mexico,vĂȘtements mlb,kickers shoes,new era cap 59fifty,xn--yonexmagyarorszg-tmb,yonex österreich,ropa mlb peru,new era caps suomi se988
BalasHapus